BERITA TERKINIHEADLINE

Giona Sampaikan Pesan Nur Alam Pascaperesmian Jembatan Teluk Kendari

BACA BERITA

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam terharu plus bahagia mengetahui jembatan yang dibangun di era kepemimpinannya bersama Saleh Lasata menahkodai Sulawesi Tenggara (Sultra) selama dua periode akhirnya rampung.

Hal ini dituturkan Putri Pertama Nur Alam, Sitya Giona Nur Alam, Jumat 23 Oktober 2020. Wanita yang kini memimpin Garnita Malahayati Sultra itu mengatakan meski berada di balik jeruji besi tahanan Sukamiskin, ayahnya mamantau ‘update’ peresmian jembatan oleh Presiden RI, Joko Widodo. 

“Papa senang. Terharu. Mimpinya 2008 waktu kampanye mau bikin masjid dan jembatan terwujud. Saya sampaikan, kalau itu (Jembatan Bahteramas, red) sudah diresmikan. Senang sekali. Tapi agak sedih, mungkin meneteskan air mata di sana karena terharu tidak bisa saksikan,” ujar Giona menceritakan kembali komunikasi dirinya via telepon dengan Nur Alam, Jumat 23 Oktober 2020.

Baca Juga :  OJK Dukung Pendirian Lembaga Keuangan Desa Untuk Perkuat Daya Tahan Ekonomi
Sitya Giona Nur Alam dan sang ayah, Nur Alam

Sebagai anak, Giona pun bangga karya monumental Nur Alam – Saleh Lasata tersebut kini bisa dinikmati masyarakat Sultra. Padahal pada awal-awal merintis, hujatan dan rintangan menghadang pembangunan jembatan yang menghubungkan Kota Lama dan Bungkutoko.

Mengenai kontroversi pergantian nama jembatan Bahteramas menjadi Jembatan Teluk Kendari yang kini ramai mengemuka ke publik, Nur Alam menyampaikan pesan khusus lewat putrinya itu.

“Apalah arti sebuah nama Nak. Yang penting kita berkarya dan sekarang itu bisa bermanfaat untuk masyarakat. Bapak sudah senang, lega. Itu yang Papa sampaikan. Banyak yang tag saya soal itu. Saya juga berpikir yang penting karya bapak bermanfaat sekarang untuk masyarakat. Tidak masalah (ganti nama),” ucap Giona mengutip perkataan Nur Alam.

Baca Juga :  Giona Nur Alam Didapuk Jadi Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Sultra

Meski ikut bahagia karyanya kini dielu-elukan masyarakat Sultra, pada putrinya Nur Alam sempat menyampaikan permintaan maaf. Mantan elit Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyadari periode akhir kepemimpinannya menyisakan kisah kelam yang tak patut dicontoh.

“Bapak minta maaf, mungkin karena berakhir begini (di penjara, red),” ujar Giona dengan nada sedih.

Lebih jauh, bercerita mengenai awal dirintisnya pembangunan fisik Jembatan Bahteramas, Giona mengatakan mengetahui betul bagaimana Nur Alam begitu gigih memperjuangkan terwujudnya infrastruktur jembatan yang berada di Kawasan Pecinan Kota Lama Kendari.

Baca Juga :  Aksi Pegiat Seni Sultra dalam Kampanye Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit

Upaya lobi ke Presiden RI yang saat itu dijabat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) gagal tak membuat Nur Alam patah semangat. Saat pemerintahan beralih ke Presiden Joko Widodo, Nur Alam kembali bergerak. Di sini, barulah ada titik terang dukungan pemerintah pusat bagi realisasi pembangunan jembatan yang membelah Teluk Kendari Sultra.

“Saya ingat betul, pas ke SBY gagal. Melobi tidak dapat. Di era Jokowi baru disetujui. Langsung dapat respon Kementerian PU PR,” ulas Giona.

Wanita berhijab itu berharap karya monumental ayahnya itu memberi manfaat besar bagi kemajuan perekonomian dan pembangunan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Adm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button