Beranda ADVETORIAL Tipu-Tipu Positif Corona Demi Rupiah, Begini Penjelasan Dokter Wayong

Tipu-Tipu Positif Corona Demi Rupiah, Begini Penjelasan Dokter Wayong

173
0
BACA BERITA

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Isu manipulasi data pasien positif Corona mengemuka sejalan dengan kucuran deras anggaran penanganan Covid-19 di Provinsi Sultra. Di Kabupaten Muna, Lembaga Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Sultra diantaranya meragukan akurasi data pasien positif Corona dibeber Tim Gugus Tugas Covid-19.

BACA JUGA :

Lembaga AP2 mensinyalir ada indikasi manipulasi data pasien Covid-19 sebagai alibi menguras APBD Muna yang memang dijatah untuk penanganan wabah. Pasien yang semula hanya mengalami gejala sakit biasa dicap positif Corona untuk dalih menggejot dana tanggap darurat bencana Covid-19.

Mengenai isu negatif manipulasi data status positif Corona, Juru Bicara Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal angkat bicara. Ketua Ikatan Dokter (IDI) Sultra itu menyatakan pembodohan data positif Covid-19 mustahil dilakukan.

“Pembodohan (data, red) positif itu sama sekali tidak benar,” ujar Dokter Wayong sapaan akrab, Senin 8 Juni 2020.

Berbeda dengan kalkulasi penggunaan APBD dalam program tanggap tanggap darurat bencana non alam, penetapan status positif diluar otoritas pemerintah daerah atau gugus tugas setempat.

Baca Juga :  Berapa Kebutuhan Kita akan Vitamin C Setiap Hari?

Dalam alur diagnosis virus Corona, rumah sakit maupun dokter dan tenaga kesehatan bahkan tak punya kewenangan menetapkan seseorang positif terpapar virus SARS-CoV-2. Vonis pasien positif atau tidak mengacu hasil uji swab atau Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang dilakukan oleh laboratorium.

Tes PCR adalah tes diagnostik untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.

Skema diagnosa tes PCR dilakukan di laboratorium yang ditunjuk pemerintah/Gugus Tugas Nasional melalui Kemenkes RI.

Tes PCR atau lebih dikenal uji swab melalui pengambilan spesimen dahak yang kemudian digunakan mendeteksi material genetik virus Corona. Berbeda dengan metode rapid test, uji PCR ini menjadi golden standar penetapan vonis positif Corona karena tingkat akurasi tinggi hingga 95 persen.

“Rumah sakit/dokter/nakes hanya menerima hasil, positif atau negatif. Selanjutnya tata-laksana sesuai protokol Covid-19,” ujar dokter spesialis bedah digestive RSUD Bahteramas tersebut.

Data kasus konfirmasi positif Covid-19 terintegrasi. Mulai dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota, semua sinkron.

“Paling ada kesalahan input diperbaiki pada saatnya,” sambungnya.

Baca Juga :  Jembatan Teluk Kendari Terpanjang ke-3 di Indonesia, Digarap 5 Tahun Secara Multiyears

Di Provinsi Sultra yang cakup 17 kabupaten/kota, uji swab tenggorok suspect Corona awalnya dipusatkan Balitbang Jakarta. Kemudian berpindah ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar.

Kekinian, sampel dahak OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sudah bisa dianalisis di Laboratorium RSUD Bahteramas. Uji swab tenggorok secara mandiri Pemprov Sultra juga telah mendapat izin dari Kemenkes setelah melewati fungsi, validasi ke Balitbang Kemenkes RI yang cukup panjang sejak 14 Mei.

Setelah itu, persisnya 2 Juni tes PCR di Laboratorium RSUD Bahteramas dilakukan secara reguler. Seluruh spesimen dahak OTG, ODP maupun PDP kabupaten kota se-Sultra diteliti di laboratorium rumah sakit plat merah tersebut.

Selain tes PCR, RSUD Bahteramas juga memfungsikan kembali alat Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai diagnostik tes Corona. Sebelumnya tes ini digunakan untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB) dengan berdasarkan pemeriksaan molekuler. Metode pemeriksaan COVID-19 ini sama menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge. Virus SARS-CoV-2 diidentifikasi pada RNA-nya yang menggunakan cartridge khusus. Seperti Tes PCR, metode tes ini juga menjadi standar penetapan kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia.

Uji swab secara mandiri diakui Dokter Wayong sangat membantu tim dokter. Treatment medis bisa dieksekusi cepat berdasarkan hasil tes PCR maupun TCM. Termasuk bagi pasien suspect Corona yang meninggal. Penetapan protokol Covid-19 terhadap jenazah diputuskan saat itu juga tanpa harus menunggu pengiriman sampel dahak ke BBLK Makassar lagi dengan atrean yang cukup panjang.

Baca Juga :  Presiden Jokowi di Kendari : Naik Heli Langsung ke Bombana, Terakhir Resmikan Jembatan Teluk Kendari

Senin 8 Juni 2020, kasus konfirmasi positif covid di Sultra telah mencapai 259 kasus. Kendati jumlah pasien positif terus bertambah, kalkulasi pasien yang berhasil sembuh setiap hari memperlihatkan grafik peningkatan menggembirakan. Saat ini, lebih dari setengah (154 pasien) dinyatakan pulih dari infeksi wabah. Yang menjalani perawatan bersisa 100 orang. Pasien yang meninggal dunia tercatat 5 orang. Sementara angka PDP berjumlah 20 pasien, ODP 122 orang , OTG 710 orang.

Sebagai informasi hingga Senin 8 Juni 2020, data diumumkan Gugus Tugas Covid-19 Sultra, jumlah konfirmasi positif Corona mencapai 259 kasus. Kendati jumlah pasien positif terus bertambah, kalkulasi pasien yang berhasil sembuh setiap hari memperlihatkan tren peningkatan yang jauh lebih tinggi.

Saat ini, lebih dari setengah (154 kasus) dinyatakan pulih dari infeksi wabah Corona. Yang menjalani perawatan bersisa 100 orang. Pasien yang meninggal dunia tercatat 5 orang. Sementara angka PDP berjumlah 20 pasien, ODP 122 orang , OTG 710 orang. Adm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here